Ini adalah puisi yang gw dapat dari film Gie.
PUISI PAGI GIE
Akhirnya semua akan tiba
Pada suatu hari yang biasa.
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Pada suatu hari yang biasa.
Pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
Apakah kau masih selembut dahulu, memintaku minum susu dan tidur yang lelap.
Sambil membenarkan letak leher kemejaku.
Sambil membenarkan letak leher kemejaku.
Kabut tipispun turun pelan-pelan dilembah kasih, Lembah Mandalawangi
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin.
Kau dan aku tegak berdiri melihat hutan-hutan yang menjadi suram
Meresapi belaian angin yang menjadi dingin.
Apakah kau masih membelaiku semesra dahulu.
Ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat.
Apakah kau masih akan berkata kudengar detak jantungmu.
Ketika kudekap kau dekaplah lebih mesra, lebih dekat.
Apakah kau masih akan berkata kudengar detak jantungmu.
Kita begitu berbeda dalam semua.
Kecuali dalam cinta.
Kecuali dalam cinta.
Haripun menjadi malam kulihat semuanya menjadi muram.
Wajah-wajah yang tak kita kenal berbicara dalam bahasa yang kita tidak
mengerti.
Seperti kabut pagi itu.
Wajah-wajah yang tak kita kenal berbicara dalam bahasa yang kita tidak
mengerti.
Seperti kabut pagi itu.
-Soe Hoek Gie
Dengerin suaranya Nicholas Saputra baca puisi, jadi adeeeeem.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar